Politik

Layanan Pengaduan “Lapor Mas Wapres” Hadir untuk Tampung Keluhan Warga Indonesia

Sumber foto: @gibran_rakabuming

JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai membuka layanan pengaduan yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat mulai Senin (11/11/2024) kemarin.

Gibran mengumumkan peluncuran layanan pengaduan bernama “Lapor Mas Wapres” ini melalui akun Instagram pribadinya, @gibran_rakabuming, pada Minggu (10/11/2024).

“Kepada yang saya cintai, seluruh warga negara Indonesia. Mulai besok, kami akan membuka pengaduan dari masyarakat Indonesia secara terbuka untuk umum,” tulis Gibran.

Tujuan dari layanan pengaduan ini adalah untuk menampung keluhan masyarakat Indonesia yang disampaikan kepadanya.

Layanan pengaduan masyarakat “Lapor Mas Wapres” yang digagas oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membatasi hanya 50 aduan warga yang masuk per hari khusus untuk jalur tatap muka di Gedung Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta.

Di hari pertama dibuka, tercatat sudah ada 20 masyarakat yang melaporkan pengaduannya masing-masing melalui Lapor Mas Wapres.

Hal tersebut diungkap oleh Asisten Deputi Tata Kelola Pemerintahan Sekretariat Wakil Presiden, Pranggono Dwianto.

“Di hari perdana launching Lapor Mas Wapres ini sudah masuk kurang lebih 20 orang pengadu,” kata Pranggono

Lantas, bagaimana cara membuat pengaduan di “Lapor Mas Wapres”?

Cara membuat pengaduan Lapor Mas Wapres

Gibran menyampaikan, masyarakat yang memiliki keluhan bisa melapor langsung dengan datang ke Istana Wakil Presiden yang terletak di Jalan Kebon Sirih Nomor 14, Jakarta Pusat.

Layanan pengaduan “Lapor Mas Wapres” di Istana Wakil Presiden akan dibuka pada Senin hingga Jumat, pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Selain itu, Wapres juga memfasilitasi laporan masyarakat melalui WhatsApp di nomor 081117042207.

Sebelumnya, Gibran juga pernah membuka layanan pengaduan serupa saat menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Layanan pengaduan yang diberi nama “Lapor Mas Wali” itu difokuskan untuk mengakomodasi aduan masyarakat terkait masalah dan keluhan di wilayah Solo.

Aduan bisa disampaikan lewat nomor WhatsApp, akun Instagram, situs Unit Layanan Aduan Masyarakat (ULAS), maupun dengan bertemu langsung di Balai Kota Solo.

Berdasarkan data Diskominfo SP Kota Solo, tercatat pada triwulan ketiga 2022 (Juli, Agustus, dan September), terdapat 2.585 aduan terbanyak.

Aduan tersebut masuk ke ULAS, yang berasal dari nomor aduan dan aduan langsung ke media sosial pribadi Gibran Rakabuming Raka.

Perincian aduan yang masuk ke organisasi perangkat daerah (OPD) menunjukkan lima teratas sebagai berikut:

  • Dinas Sosial 446 aduan
  • Dinas Perhubungan (Dishub) 207 aduan
  • Dinas Pendidikan (Disdik) 194 aduan
  • Dinas Kesehatan (Dinkes) 171 aduan
  • Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) 154 aduan. (Yk/dbs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button